Kalau semuanya melihat dari sebuah ”kemasan”, sungguh sial yang terlahir tidak rupawan. Tidak ada yang bisa memilih aku terlahir seperti apa, dia terlahir bagaimana, tidak ada. Tidak seorangpun. Bukankah Allah subhanallahu wata’ala menciptakan menciptakan manusia dengan kesempurnaan seutuhnya? Lalu mengapa kita bersedih kalau kulit kita begini, mata kita begitu, hidung kita kurang ini, bentuk tubuh ini tidak begitu, dan kesempurnaan lainnya yang mana di mata kita selalu terlihat kurang sempurna.
Akan lebih baik kalau kita bisa merawat apa yang sudah diberikanNya sebagai bentuk rasa syukur.